Minggu, 21 Maret 2010

Fisioterapi...???

GAMBARAN UMUM

Fisioterapi (Physical Therapy; PT; physiotherapy; physio) merupakan salah satu profesi kesehatan yang menyediakan tindakan yang bertujuan untuk mengembangkan, memelihara, dan memaksimalkan gerak dan fungsi gerak dalam kehidupan seseorang, terutama saat terjadi gangguan gerak dan fungsi gerak akibat penuaan, cedera/trauma fisik, penyakit, dan faktor lingkungan lainnya.

Fisioterapi juga berfungsi untuk memaksimalkan kualitas hidup dan potensi gerak seseorang dengan memberikan pelayanan fisioterapi berupa promosi, prevention (pencegahan), penanganan (treatment/intervention), habilitasi dan rehabilitasi. Pelayanan tersebut melibatkan fisik, psikologis, emosional dan kesejahteraan sosial sebagai hasil interaksi antara fisioterapis, pasien/klien, profesi kesehatan lainnya, keluarga pasien, dan masyarakat dalam proses pemulihan potensi gerak dengan menggunakan pengetahuan dan skill yang dimiliki oleh seorang fisioterapis.

Seorang fisioterapis memanfaatkan riwayat medis pasien dan pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis, menyusun rencana perawatan, termasuk dalam menganalisis hasil foto lab pasien dan melakukan tes elektrodiagnostik (seperti tes electromyograms dan tes refleks) bila diperlukan.

Di luar negeri (misalnya USA, Belanda, Australia), fisioterapi terbagi menjadi beberapa spesialisasi, seperti cardiopulmonary, geriatric, ortopedi, neurologi dan pediatric. Pelayanan fisioterapi dapat dilakukan di mana saja, mulai dari rumah sakit, klinik, rumah pasien, kantor, pusat pendidikan dan penelitian, sekolah, pusat industri atau lingkungan kerja lainnya, sampai fitness centre dan pusat olahraga.

Kualifikasi pendidikan fisioterapis bervariasi, tergantung negaranya. Di luar negeri, pendidikan fisioterapi sudah sampai S3, Sp1, dan Sp2. Sementara di Indonesia, pendidikan yang tersedia adalah D3, D4 dan S1 Profesi. Untuk melanjutkan S2 harus ke luar negeri, baik dengan biaya sendiri atau dengan beasiswa.

PENDIDIKAN

Kriteria pendidikan bagi penyedia pendidikan fisioterapi bervariasi dari negara bagian ke negara bagian yang lain dan dari satu negara ke negara lain, dan berada pada berbagai tingkat tanggung jawab profesional. Kebanyakan negara bagian AS memiliki akta praktek fisioterapi yang mengakui adanya fisioterapis (PT) dan asisten fisioterapis (PTA) serta beberapa wilayah hukum juga mengakui teknisi fisioterapi (PT Techs) atau aides. Kebanyakan negara memiliki badan perizinan yang mengharuskan fisioterapis untuk menjadi anggota untuk bisa melakukan praktek profesi secara mandiri.

Fisioterapis

Praktisi Fisioterapi utama adalah Fisioterapis (PT) yang terlatih dan berlisensi untuk memeriksa, mengevaluasi, mendiagnosa dan menangani impairment, keterbatasan fungsi dan disabilitas pada pasien atau klien. Saat ini, sebagian besar kurikulum pendidikan fisioterapi di Amerika Serikat mengarah pada Doctor of Physical Therapy (DPT), tetapi masih banyak fisioterapis yang saat ini praktek dengan gelar Master of Physical Therapy dan beberapa bergelar Sarjana. 

WCPT (World Confederation of Physical Therapy) – organisasi fisioterapi internasional – menyadari adanya keeanekaragaman budaya, sosial, ekonomi, dan politik di lingkungan di mana pendidikan fisioterapi diselenggarakan di seluruh dunia. WCPT merekomendasikan pendidikan tingkat awal fisioterapi adalah pendidikan yang diselenggarakan di universitas atau setingkat universitas (akademi atau sekolah tinggi), minimal 4 tahun, lulusan nya secara independen diakui oleh undang-undang, terakreditasi oleh badan akreditasi, dan diakui sebagai suatu profesi oleh negara. WCPT juga menyadari akan adanya inovasi dan variasi dalam pelaksanaan program pendidikan, termasuk gelarnya setelah menyelesaikan pendidikan, mulai dari Ahli Madia, Sarjana Sains Terapan, Sarjana, Master, Doktor sampai gelar spesialisasinya. Yang diharapkan adalah setiap program pendidikan fisioterapi mampu mengembangkan kurikulum yang baik sehingga calon fisioterapis mendapatkan ilmu, skill, dan hal-hal lainnya sebagai bekal untuk menjadi fisioterapis kelak.

Pendidikan profesi mempersiapkan fisioterapis untuk menjadi praktisi otonom, yang mampu berkolaborasi dengan profesi kesehatan lainnya dalam suatu tim pelayanan kesehatan. Kurikulum Pendidikan Fisioterapi di Amerika Serikat diakreditasi oleh Commission on Accreditation in Physical Therapy Education (CAPTE). Pada tahun 2011, APTA melaporkan bahwa sebanyak 222 dari 227 program dasar profesi yang terakreditasi di Amerika Serikat berada pada tingkat doktoral. Berdasarkan CAPTE, pada tahun 2012 terdapat 25.660 mahasiswa yang terdaftar dalam 210 program pendidikan fisioterapi terakreditasi di Amerika Serikat.

Kurikulum untuk Fisioterapi Profesi meliputi:

  • Skrining untuk menentukan apakah pasien/klien perlu pemeriksaan lebih lanjut, konsultasi dengan fisioterapi atau rujukan ke profesi kesehatan lainnya.
  • Pemeriksaan: Memeriksa pasien/klien dengan mendapatkan riwayat keluhan dari pasien/klien langsung atau dari sumber lainnya. Memeriksa pasien/klien dengan melakukan ulasan sistematis. Memeriksa pasien/klien dengan memilih dan pemberian tes dan pengukuran yang sesuai dengan budaya/kebiasaan dan usia pasien/klien. 
  • Evaluasi: Evaluasi data dari hasil pemeriksaan (riwayat keluhan, ulasan sistematis, serta tes dan pengukuran) untuk membuat keputusan klinis tentang pasien/klien.
  • Diagnosis: Menentukan diagnosa yang mendasari manajemen pasien/klien ke depan
  • Prognosis: Menentukan prognosis pasien / klien.
  • Rencana Penanganan: Bekerja sama dengan pasien / klien, anggota keluarga, penanggung biaya, profesi kesehatan lainnya, dan individu lain yang terkait untuk menentukan rencana penanganan yang dapat diterima, realistis, kompeten secara budaya/kebiasaan, dan berpusat pada pasien.
  • Intervensi: Memberikan tindakan fisioterapi untuk mencapai tujuan hasil yang diharapkan pasien / klien. Tindakan tersebut meliputi: a. Terapi latihan, b. Pelatihan Fungsional Manajemen Perawatan Diri dan Tempat Tinggal, c. Pelatihan Fungsional Kerja (Pekerjaan / Sekolah / Bermain), Komunitas, dan Integrasi atau Reintegrasi Waktu Luang, d. Teknik Terapi Manual (termasuk Mobilisasi / Manipulasi Teknik Thrust dan Nonthrust), e. Dosis, Aplikasi yang tepat, Peralatan dan Perlengkapan Fabrikasi, f. Teknik Pembersihan Saluran Napas, g. Teknik proteksi dan perbaikan sistem integumen, h. Modalitas elektroterapi
  • Memberikan instruksi yang efektif disesuaikan dengan budaya/kebiasaan pasien / klien dan yang lainnya untuk mencapai tujuan dan hasil yang diharapkan.
  • Pencegahan, Promosi Kesehatan, Kebugaran, dan Kesehatan: Menyediakan layanan fisioterapi sesuai budaya/kebiasaan untuk pencegahan, promosi kesehatan, kebugaran, dan kesehatan individu, kelompok, dan masyarakat. Menerapkan prinsip-prinsip pencegahan untuk kelompok populasi tertentu.
  • Mahasiswa yang telah menyelesaikan Doctor of Physical Therapy juga diharuskan untuk menyelesaikan magang/internship klinis dengan baik sebelum diwisuda
Canada

Di provinsi Quebec, calon fisioterapis diwajibkan untuk menyelesaikan diploma baik dalam ilmu sains kesehatan, yang berlangsung rata-rata dua tahun, atau teknologi rehabilitasi fisik, yang berlangsung minimal tiga tahun, untuk bisa mendaftar pada program fisioterapi di universitas . Setelah diterima, mahasiswa fisioterapi mengikuti pendidikan untuk memperoleh gelar sarjana sains di jurusan fisioterapi dan rehabilitasi. Sarjana Sains (B.Sc.) biasanya membutuhkan waktu tiga tahun. Mahasiswa kemudian harus masuk pendidikan pascasarjana untuk memperoleh gelar master dalam fisioterapi, yang biasanya membutuhkan satu setengah sampai dua tahun masa studi. Lulusan yang memperoleh master dalam fisioterapi (M.Sc.) harus lulus ujian keanggotaan untuk menjadi anggota Ordre professionnel de la Physiotherapie du Qu├ębec (OPPQ). Fisioterapis kemudian dapat melanjutkan pendidikannya di bidang-bidang seperti ilmu rehabilitasi, kedokteran olahraga, kinesiologi, dan fisiologi.

Asisten Fisioterapi

Asisten fisioterapi dapat memberikan penanganan dan intervensi fisioterapi untuk pasien dan klien di bawah rencana tindakan yang ditetapkan dan disupervisi oleh seorang fisioterapis. Asisten fisioterapis di Amerika Serikat saat ini dilatih di bawah kurikulum terbatas ilmu terapan khusus fisioterapi, sebagaimana digariskan dan diakreditasi oleh CAPTE. Hingga Agustus 2011, ada 276 program pendidikan dua tahun (tingkat Madya) yang terakreditasi untuk asisten fisioterapi di Amerika Serikat. Berdasarkan CAPTE, pada tahun 2012 terdapat 10.598 mahasiswa yang terdaftar di 280 program asisten fisioterapi terakreditasi di Amerika Serikat.

Kurikulum untuk gelar terbatas asisten fisioterapi meliputi

  • Anatomi dan fisiologi 
  • Fisiologi olahraga 
  • Biologi manusia 
  • Fisika 
  • Biomekanik 
  • Kinesiologi 
  • Neurosains 
  • Patologi klinik 
  • Ilmu perilaku 
  • Komunikasi 
  • Etika 
  • Penelitian 
  • Mata kuliah lainnya sesuai yang dipersyaratkan oleh program tertentu.  
 

KARIR DAN PEKERJAAN


Pekerjaan yang berhubungan dengan fisioterapi di Amerika Utara telah menunjukkan pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir, namun tingkat pekerjaan dan upah rata-rata dapat bervariasi secara signifikan di tiap negara, negara bagian, provinsi atau daerah.

Amerika Serikat

Menurut data Biro Statistik Tenaga Kerja dari Departemen Biro Tenaga Kerja Amerika Serikat, terdapat sekitar 198.600 fisioterapis yang bekerja di Amerika Serikat pada tahun 2010, dengan penghasilan rata-rata $ 76.310 (Rp 867.278.780) per tahun, atau $ 36,69 (Rp 416.989) per jam, dengan prediksi pertumbuhan pekerjaan sebesar 39% pada tahun 2020. Biro Statistik Tenaga Kerja juga melaporkan bahwa ada sekitar 114.400 Asisten Fisioterapis yang bekerja di Amerika Serikat pada tahun 2010, dengan penghasilan rata-rata $ 37.710 (Rp 428.581.874) per tahun, atau $ 18,13 (Rp 206.051) per jam, dengan prediksi pertumbuhan pekerjaan sebesar 45% pada tahun 2020 . 

Untuk memenuhi kebutuhannya, banyak fasilitas kesehatan dan fisioterapi menyewa "Travel Physical Therapist", yang bekerja dalam jangka waktu tertentu antara 8 sampai 26 minggu dengan upah yang jauh lebih tinggi, sekitar $ 113.500 (Rp 1.289.950.748) per tahun. Data Biro Statistik Tenaga Kerja mengenai asisten fisioterapi sulit untuk diuraikan, karena kecenderungan melaporkan data lapangan kerja ini secara kolektif. O-Net melaporkan bahwa pada tahun 2011, asisten fisioterapis di Amerika Serikat yang bekerja paruh waktu ini memperoleh gaji rata-rata $ 51.040 (Rp 580.080.054) per tahun atau $ 24,54 (Rp 278.902) per jam.
 
SPESIALISASI

Karena ruang lingkup pengetahuan fisioterapi yang luas, beberapa fisioterapis mengambil spesialisasi yang lebih spesifik ruang lingkupnya. American Board of Physical Therapy Specialties mendaftar sebanyak 8 jenis spesialisasi fisioterapi yang tersertifikasi termasuk fisioterapi olahraga dan elektrofisiologi klinik.

1. Cardiopulmonary (Jantung dan Paru)

Fisioterapi rehabilitasi cardiopulmonary menangani berbagai keadaan pasien yang berhubungan dengan kelainan pada jantung dan paru seseorang atau orang yang baru selesai menjalani operasi jantung atau paru.

Tujuan utama spesialisasi ini di antaranya adalah meningkatkan ketahanan dan fungsi jantung dan paru seseorang. Manual terapi digunakan dalam spesialisasi ini untuk membantu membersihkan sekresi paru-paru yang dialami oleh penderita cystic fibrosis.

Kelainan jantung dan paru yang bisa ditangani spesialisasi ini dapat berupa serangan jantung, pasca operasi jantung koroner, penyakit paru-paru yang kronik, dan fibrosis pada paru.

2. Geriatric (lansia)

Fisioterapi geriatric memiliki cakupan yang luas berhubungan dengan isu-isu seputar orang yang sudah melewati batas usia orang dewasa normal, tapi fokus utamanya adalah pada orang lanjut usia.

Banyak gangguan kesehatan yang mungkin dialami seseorang saat dia mulai berusia lanjut, misalnya arthritis (radang sendi), osteoporosis, kanker, penyakit Alzheimer, gangguan keseimbangan, inkontinensia, dan sebagainya. Fisioterapi geriatric membantu orang-orang yang mengalami masalah-masalah tersebut dengan mengembangkan spesialisasi geriatric, yang mampu memulihkan mobilitas gerak, mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kebugaran seseorang.

3. Neurologis (saraf)

Fisioterapi neurologis adalah spesialisasi fisioterapi yang mmbantu orang-orang yang mengalami kelainan atau penyakit neurologis (saraf), seperti penyakit Alzheimer, CMT (Charcot-Marie-Tooth disease), ASL, cerebral palsy (kelumpuhan saraf), cedera/gegar otak, multiple sclerosis, penyakit Parkinson, cedera saraf tulang belakang dan stroke. Umumnya, kelainan yang terkait dengan kondisi neurologis berupa gangguan yang terjadi pada penglihatan, keseimbangan, aktivitas, gerakan dan berkurangnya kebebasan fungsional tubuh.

4. Ortopedi

Fisioterapi ortopedi mendiagnosa, mengelola dan menangani pasien yang mengalami kelainan dan luka-luka pada system musculoskeletal termasuk rehabilitasi setelah menjalani bedah ortopedi. Spesialisasi ini paling banyak dijumpai di klinik-klinik fisioterapi. Fisioterapi ortopedi dilatih untuk terampil dalam menangani pasien pasca bedah ortopedi, fraktur/patah tulang, cedera olahraga akut, radang sendi (arthritis), keseleo (sprain), strain (kaku otot/tegang), sakit punggung dan leher, gangguan tulang belakang dan amputasi.

Mobilisasi atau manipulasi sendi dan tulang belakang, terapi latihan, pendidikan neuromuscular, terapi panas atau dingin (hot/cold pack), dan stimulasi kelistrikan otot (misalnya cryotherapy, iontophoresys, elektroterapi) merupakan modalitas yang sering digunakan untuk mempercepat pemulihan dalam fisioterapi ortopedi. Sebagai tambahan, fisioterapi ortopedi juga menggunakan sonografi dalam mendiagnosa dan menangani pasien, misalnya saat muscle retraining (latihan otot). Orang-orang yang mengalami cedera atau penyakit yang berhubungan dengan tulang, otot atau tendon, akan sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan dari fisioterapis spesialis ortopedi.

5. Pediatric

Fisioterapi pediatric membantu mendeteksi masalah kesehatan lebih dini dan menggunakan berbagai modalitas dalam menangani kelainan-kelainan gerak dan fungsi gerak di lingkungan pediatric. Spesialisasi ini mengkhususkan diri pada diagnose, treatment dan management fisioterapi pada bayi, anak-anak, dan remaja dengan berbagai kelainan bawaan, gangguan perkembangan, gangguan neuromuscular, gangguan kerangka, atau menderita suatu penyakit. Penanganannya difokuskan pada keterampilan motorik halus dan kasar, keseimbangan dan koordinasi, kekuatan dan daya tahan sebaik kognitif dan proses sensorik/integrasi. Anak-anak dengan keterlambatan pertumbuhan, cerebral palsy, spina bifida, atau torticollis dapat ditangani oleh fisioterapis spesialis pediatric.

6. Integumentary (berhubungan dengan kulit dan bagian-bagiannya)

Kondisi yang ditangani oleh spesialisasi ini adalah luka dan luka bakar. Fisioterapis spesialis intgumentary menggunakan alat-alat bedah, mechanical lavage, perban, dan topical agen untuk memperbaiki jaringan nekrotik dan mempercepat proses penyembuhan jaringan yang luka. Selain itu spesialisasi ini biasa juga menggunakan latihan, control edema, belat dan kompresi pakaian.

7. Olahraga

Fisioterapis dapat terlibat dalam pemeliharaan kesehatan atlet dalam olahraga rekreasi, semi-profesional (dibayar/disewa) dan profesional (pekerjaan penuh-waktu). Area praktek ini meliputi manajemen cedera olahraga berdasarkan 5 kategori utama:
  • Penanganan pertama - pemeriksaan dan diagnosa cedera akut
  • Tindakan - penerapan saran dan teknik fisioterapi spesialis olahraga untuk mempercepat penyembuhan
  • Rehabilitasi - manajemen yang progresif untuk bisa kembali berolahraga secara penuh
  • Pencegahan - mengidentifikasi dan mengetahui hal-hal yang secara langsung mengakibatkan, atau bertindak sebagai pemciu cedera 
  • Edukasi - berbagi pengetahuan khusus pada atlet, tim atau klub dalam membantu pencegahan atau penatalaksanaan cedera atlet.
Fisioterapis yang bekerja untuk tim olahraga profesional biasanya memiliki sertifikasi khusus olahraga yang dikeluarkan oleh organisasi olahraga nasional. Kebanyakan Fisioterapis yang bergelut di bidang olahraga juga aktif dalam program kedokteran olahraga.

PENUTUP
 
Seperti itulah kira-kira gambaran tentang apa itu fisioterapi dan perannya dalam dunia kesehatan. Semoga dengan artikel ini dapat menambah pemahaman pembaca tentang fisioterapi.

Referensi : Wikipedia.org

6 komentar:

  1. susah berarti untuk melanjutkan S2 fisioterapi dari D4, harus studi ke luar negri -,-"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, harus ke luar negeri kalau mau ambil S2. Biasanya ke Thailand atau Australia.

      Hapus
  2. S2 di udayana bali kan ada, kl mau ambil S1 di esa unggul jg bisa, fisioterapi pertama di indonesia di esa unggul..

    BalasHapus
    Balasan
    1. S2 di Udayana bukan S2 Fisioterapi tapi S2 Fisiologi Olahraga, jadi khusus olahraga. Hanya cocok untuk fisioterapis yang berkarir di olahraga atau fisioterapi yang khusus menangani cedera olahraga. Kalau spesialis fisioterapi yang lain seperti ortopedi, neuro, pediatri, dsb harus di luar negeri, belum ada di Indonesia. Untuk S1 setahu saya baru ada di esa unggul, Udayana, UMS, dan Unhas..

      Hapus
    2. kalau lulusan s1 fisioterapi apa bisa melanjutkan s2 diluar negeri?

      Hapus
    3. Iya bisa, yang penting persyaratannya terpenuhi, misalnya syarat TOEFL atau IELTS, syarat IPK Minimal, dan sebagainya, tergantung universitas/negara yang hendak dituju.

      Hapus